<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BAITUL MUTTAQIN</title>
	<atom:link href="http://ekosetia27.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekosetia27.wordpress.com</link>
	<description>Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 13:53:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ekosetia27.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BAITUL MUTTAQIN</title>
		<link>http://ekosetia27.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ekosetia27.wordpress.com/osd.xml" title="BAITUL MUTTAQIN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ekosetia27.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bantahan terhadap orang yang menganggap bahwa hukum-hukum syari&#8217;at Islam tidak sesuai lagi dengan keadaan/perkembangan jaman sekarang</title>
		<link>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/bantahan-terhadap-orang-yang-menganggap-bahwa-hukum-hukum-syariat-islam-tidak-sesuai-lagi-dengan-keadaanperkembangan-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/bantahan-terhadap-orang-yang-menganggap-bahwa-hukum-hukum-syariat-islam-tidak-sesuai-lagi-dengan-keadaanperkembangan-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 13:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eko setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekosetia27.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Fadlilatu As Syaikh Al&#8217;Allamah Al Muhaddits, Al Faqih Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Bazz ( Saudi Arabia ) Soal : Seorang laki-laki telah menyatakan bahwasanya sebagian hukum-hukum syar&#8217;i yang telah Allah syari&#8217;atkan perlu untuk ditinjau kembali. Dan menurutnya pula bahwa sebagian hukum- hukum dalam syari&#8217;at islam ini masih perlu untuk diluruskan/dibetulkan (karena mengandung unsur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekosetia27.wordpress.com&amp;blog=11255490&amp;post=304&amp;subd=ekosetia27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><span style="font-family:Arial;">Penulis:  Fadlilatu As Syaikh Al&#8217;Allamah Al Muhaddits, Al Faqih Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah  bin Bazz ( Saudi Arabia )<br />
</span></strong></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Soal : Seorang  laki-laki telah menyatakan bahwasanya sebagian hukum-hukum syar&#8217;i yang telah  Allah syari&#8217;atkan perlu untuk ditinjau kembali. Dan menurutnya pula bahwa  sebagian hukum- hukum dalam syari&#8217;at islam ini masih perlu untuk  diluruskan/dibetulkan (karena mengandung unsur ketidakadilan). Hal ini karena  keberadaan hukum-hukum syar&#8217;i tersebut tidak sesuai lagi dengan keadaan zaman  sekarang.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Contohnya dalam  hukum harta warisan, dimana seorang laki-laki mendapatkan harta warisan dua kali  lebih banyak dari yang didapatkan seorang wanita (wanita mendapatkan harta  warisan setengah dari yang didapatkan pihak laki-laki). Maka apa hukum syar&#8217;i  bagi orang yang mengatakan hal seperti ini?</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Jawab :  Hukum-hukum dalam syari&#8217;at islam, yang telah Allah syari&#8217;atkan kepada hamba-  hambaNya dan Allah telah menjelaskannya di dalam kitab-Nya yang mulia  (Alqur&#8217;an), atau hukum-hukum syar&#8217;i yang telah Allah syari&#8217;atkan dan jelaskan  melalui lisan rasul-Nya yang terpercaya Muhammad J, seperti hukum-hukum yang  berkaitan dengan harta warisan, hukum tentang sholat 5 waktu, hukum tentang  zakat dan puasa serta hukum-hukum yang lainnya dari hukum-hukum yang telah Allah  terangkan kepada para hamba-Nya, dan umat islam semuanya telah bersepakat di  atas hukum-hukum tersebut, tidak ada seorangpun dari kalangan kaum muslimin yang  membantah/menolak hukum-hukum tersebut dan mengadakan perubahan/peninjauan  kembali atasnya.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Hal ini karena  hukum-hukum itu disyari&#8217;atkan oleh Allah untuk menghukumi/memutuskan dengan  jelas semua perkara-perkara yang terjadi pada umat islam di zaman Nabi J dan  berlaku pula bagi umat islam setelah zaman beliau J sampai tegaknya hari  kiamat.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Dan termasuk dari  hukum Islam yaitu dilebihkannya kaum laki-laki atas kaum wanita dalam hukum  waris dan karena Allah Ta&#8217;ala telah menerangkan dengan jelas tentang hukum waris  tersebut dalam kitab-Nya yang mulia, dan para &#8216;ulama kaum muslimin telah  bersepakat atas hukum tersebut. Maka wajib untuk mengamalkan hukum waris itu  dengan penuh keyakinan dan keimanan.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Dan barang siapa  yang menyangka/menganggap bahwa suatu keadaan/zaman akan menjadi lebih baik  dengan menyelisihi/meninggalkan hukum-hukum syar&#8217;i yang telah Allah turunkan  maka orang seperti ini dihukumi kafir.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Dan demikian  pula, barang siapa yang setuju/mengizinkan untuk menyelisihi/meninggalkan  hukum-hukum syar&#8217;i yang telah Allah syari&#8217;atkan, maka orang seperti ini dianggap  kafir. Karena dia telah menentang/membantah perintah Allah Ta&#8217;ala, demikian juga  perintah rasul-Nya J dan kesepakatan kaum muslimin.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Dan bagi waliyyul  &#8216;amr(pemerintah) agar menyuruh/memerintahkan orang itu untuk bertaubat dari  perkataannya dan menarik kembali kata-katanya, jika dia awalnya seorang muslim.  Jika dia bertaubat maka diampuni. Dan jika dia tetap tidak mau bertaubat maka  wajib bagi pihak pemerintah untuk membunuhnya karena dia telah kafir, murtad  dari islam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi J (artinya): &#8220;Barang siapa yang  mengganti/mengubah agamanya (murtad) maka bunuhlah dia.&#8221; (H.R.  Bukhori)</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Kita meminta  kepada Allah keselamatan bagi kita dan seluruh kaum muslimin dari fitnah-fitnah  yang menyesatkan serta dari menyelisihi hukum-hukum syari&#8217;at-Nya yang  suci.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">.(Majalah Ad  da&#8217;wah no.1149 (27/11/1408 H)</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Diterjemahkan  oleh Al Akh Abu Sulaiman dari ’Fataawa wa Maqaalat bin Baaz’, Muraja’ah Al  Ustadz Abu’Isa Nur Wahid</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekosetia27.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekosetia27.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekosetia27.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekosetia27.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekosetia27.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekosetia27.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekosetia27.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekosetia27.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekosetia27.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekosetia27.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekosetia27.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekosetia27.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekosetia27.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekosetia27.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekosetia27.wordpress.com&amp;blog=11255490&amp;post=304&amp;subd=ekosetia27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/bantahan-terhadap-orang-yang-menganggap-bahwa-hukum-hukum-syariat-islam-tidak-sesuai-lagi-dengan-keadaanperkembangan-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60ff8abd667186df47ecfb670d547aba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penamaan Surat-Surat Al Qur’an</title>
		<link>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/penamaan-surat-surat-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/penamaan-surat-surat-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 13:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eko setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekosetia27.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: As Syaikh Ahmad bin Abdur Rozzaq Ad Duwaisy Soal : Siapa yang menamai surat-surat Al Quran Al Karim ? apakah Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi Wassallam atau siapa ? Jawab : Kita tidak mengetahui adanya nash dari Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi Wassallam yang menunjukkan atas penamaan surat-surat Al Quran secara keseluruhannya. Walaupun telah disebutkan pada sebahagian hadits-hadits [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekosetia27.wordpress.com&amp;blog=11255490&amp;post=301&amp;subd=ekosetia27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div><strong><span style="font-family:Arial;">Penulis: As  Syaikh Ahmad bin Abdur Rozzaq Ad Duwaisy</span></strong></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Soal : Siapa yang  menamai surat-surat Al Quran Al Karim ? apakah Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi  Wassallam atau siapa ?</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Jawab : Kita  tidak mengetahui adanya nash dari Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi Wassallam yang  menunjukkan atas penamaan surat-surat Al Quran secara  keseluruhannya.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Walaupun telah  disebutkan pada sebahagian hadits-hadits yang shohih adanya penamaan sebagian  surat dari Nabi Shalallahu &#8216;Alaihi Wassallam seperti Al Baqarah, Ali Imran.  Adapun surat-surat yang lainnya maka yang lebih nampak penamaannya adalah  terjadi dari Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. ( Dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no  2376)</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Soal : Apakah  dibenarkan membaca surat-surat Al Quran berbeda urutannya dengan apa yang  tersusun dalam Al Quran seperi membaca surat Al Falaq dulu sebelum An Naas, dan  semisalnya ?</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Jawab : Yang  afdhol adalah hendaknya membaca surat-surat tersebut sesuai urutan Mushab  Utsmany maka ia memulai Al Fatehah kemudian Al Baqarah kemudian Ali Imran sampai  terakhir dengan membaca surat An Naas. Dengan ini dapat diketahui bahwa membaca  surat Al Falaq kemudian Surat An Naas adalah sesuai urutan Mushaf Utsmany tidak  terbalik. Adapun membaca dengan mulai dari surat An Naas kemudian baru Al Falaq  kemudian Al Ikhlas dan seterusnya untuk tujuan mengajarkan maka tidaklah  mengapa. ( Dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no 4909)</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">(Diterjemahkan  oleh Ust. Abu Abdillah MRf. Dari kitab Fatawa Lajnah Ad Daaimah lilbuhuts al  Ilmiyyah wal Ifta’ jilid 4 (Bag. Tafsir) dengan meringkas  pertanyaan)</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekosetia27.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekosetia27.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekosetia27.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekosetia27.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekosetia27.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekosetia27.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekosetia27.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekosetia27.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekosetia27.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekosetia27.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekosetia27.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekosetia27.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekosetia27.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekosetia27.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekosetia27.wordpress.com&amp;blog=11255490&amp;post=301&amp;subd=ekosetia27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/penamaan-surat-surat-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60ff8abd667186df47ecfb670d547aba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjauhi Pelaku Ghibah</title>
		<link>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/menjauhi-pelaku-ghibah/</link>
		<comments>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/menjauhi-pelaku-ghibah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 13:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eko setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/menjauhi-pelaku-ghibah/</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Fadlilatu As Syaikh Al Allamah Al Faqih Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Bazz Soal : Aku mempunyai seorang teman. Kalau dia berbicara, seringkali perkataannya membicarakan tentang aib-aib orang lain sehingga menjatuhkan kehormatan mereka. Aku sudah menasehatinya agar tidak lagi membicarakan aib-aib orang lain, akan tetapi nasehat yang aku berikan tidak bermanfa&#8217;at baginya. Dan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekosetia27.wordpress.com&amp;blog=11255490&amp;post=298&amp;subd=ekosetia27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;">Penulis:  Fadlilatu As Syaikh Al Allamah Al Faqih Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin  Bazz</span></p>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Soal : Aku  mempunyai seorang teman. Kalau dia berbicara, seringkali perkataannya  membicarakan tentang aib-aib orang lain sehingga menjatuhkan kehormatan mereka.  Aku sudah menasehatinya agar tidak lagi membicarakan aib-aib orang lain, akan  tetapi nasehat yang aku berikan tidak bermanfa&#8217;at baginya. Dan yang nampak  darinya, bahwa perkara membicarakan aib- aib/kejelekan orang lain itu sudah  menjadi kebiasaan/karakter yang melekat pada dirinya. Walaupun terkadang dia  membicarakan aib-aib orang lain itu untuk tujuan/niat yang dianggapnya baik.  Dengan keadaannya yang seperti ini, maka apakah diperbolehkan untuk menjauhkan  diri darinya ?</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Jawaban Syaikh  bin Bazz : Perkataan yang ditujukan untuk membicarakan aib-aib kaum muslimin  dengan menyebutkan apa-apa yang tidak mereka sukai (sehingga hal itu bisa  menjatuhkan kehormatan mereka di hadapan orang lain), maka hal ini adalah  perbuatan kemunkaran yang sangat besar. Perkara ini termasuk perbuatan ghibah  yang diharamkan, bahkan termasuk dari dosa-dosa besar. Hal ini berdasarkan  firman Allah ta&#8217;ala (artinya) : &#8220;janganlah sebagian kalian  menggunjing/mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara  kalian memakan daging saudaranya yang telah mati ? Maka tentulah kalian merasa  jijik kepadanya. Dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha  Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; (Q.S.Al Hujurat : 12)</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Dan berdasarkan  apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Shahihnya dari jalan  shahabat Abu Hurairah radliallahu&#8217;anhu dari Nabi shallallahu&#8217;alaihi wasallam,  bahwa sesungguhnya beliau telah bersabda (yang artinya) :&#8221; Tahukah kalian apa  yang dimaksud dengan ghibah ?&#8221; Para shahabat menjawab : “Allah dan Rasul-Nya  yang lebih tahu&#8221;. Beliau bersabda:”(Ghibah adalah) kamu menceritakan tentang  saudaramu dengan apa &#8211; apa yang tidak dia sukai&#8221;. Dikatakan kepada beliau  :&#8221;Wahai Rasulullah, bagaimana jika yang aku katakan tentang saudaraku itu memang  ada padanya ?&#8221; Beliau menjawab : &#8220;Jika apa yang kamu katakan itu memang ada pada  saudaramu, maka sungguh kamu telah mengghibahinya. Dan jika apa yang kamu  katakan itu tidak ada pada saudaramu, maka sungguh kamu telah berdusta atasnya&#8221;.  Dan telah shahih dari beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, ketika beliau di  mi&#8217;rajkan oleh Allah, beliau melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari  tembaga. Dengan kuku dari tembaga itu mereka melukai wajah-wajah dan dada-dada  mereka. Maka nabi bertanya : &#8220;Wahai Jibril, siapakah mereka ?&#8221;Maka Jibril  menjawab :&#8221;Mereka adalah orang-orang yang telah memakan daging-daging manusia  dan telah menginjak-injak/menjatuhkan kehormatan mereka &#8220;. (Dikeluarkan oleh  Imam Ahmad, Abu Dawud dengan sanad yang jayyid dari jalan shahabat Anas  radliallahu&#8217;anhu).</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Dan telah  dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dengan sanad yang hasan dari jalan shahabat Abu  Hurairah radliallahu&#8217;anhu secara marfu : &#8221; Sesungguhnya termasuk dari dosa-dosa  besar yaitu seorang yang menjatuhkan kehormatan seorang muslim (dengan  membicarakan aibnya) tanpa alasan yang haq &#8220;.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Dan wajib bagi  engkau, demikian pula wajib bagi kaum muslimin yang lain untuk  menjauhi/meninggalkan majelisnya orang-orang yang mengghibahi kaum muslimin.  Bersamaan dengan itu, engkau nasehati orang yang berbuat ghibah itu dan engkau  ingkari perbuatannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam (artinya ) : &#8220;Barang siapa diantara kalian yang melihat suatu perbuatan  munkar, maka hendaklah dia ubah dengan tangannya. Jika dia tidak mampu maka  dengan lisannya. Dan jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya. Yang demikian  itu (mengubah kemungkaran dengan mengingkari dalam hati ) adalah selemah-  lemahnya iman &#8220;.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">( Riwayat Imam  Muslim dalam Kitab Shahihnya)</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Maka jika engkau  telah memberinya nasehat agar dia meninggalkan perbuatan ghibahnya, akan tetapi  dia masih dalam perbuatan itu, maka tinggaalkanlah majelis-majelisnya. Karena  yang demikian itu termasuk kesempurnaan dalam mengingkari perbuatan munkar  (perbuatan ghibah yang dilakukannya).</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">Semoga Allah  memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memberikan taufiq kepada mereka untuk  menjalankan apa-apa yang bisa mendatangkan kebahagiaan dan keselamatan bagi  mereka di dunia dan di akhirat.</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Arial;">(Diterjemahkan  oleh Al Akh Abu Sulaiman dari ‘Fataawa wa Maqaalaat bin Baaz ’, Muraja’ah Al  Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid)</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekosetia27.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekosetia27.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekosetia27.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekosetia27.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekosetia27.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekosetia27.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekosetia27.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekosetia27.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekosetia27.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekosetia27.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekosetia27.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekosetia27.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekosetia27.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekosetia27.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekosetia27.wordpress.com&amp;blog=11255490&amp;post=298&amp;subd=ekosetia27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekosetia27.wordpress.com/2010/03/13/menjauhi-pelaku-ghibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60ff8abd667186df47ecfb670d547aba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eko</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
